Home » Berita OMB 2017 » Welcoming Service Bernuansa Etnis Sambut Maba

 
 

Welcoming Service Bernuansa Etnis Sambut Maba

 
 

Welcoming Service Bernuansa Etnis Sambut Maba

Memasuki hari ke-4 masa Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), para mahasiswa baru (maba) mendapatkan materi tentang Sejarah serta Visi dan Misi Universitas. Sebelumnya, para maba disambut juga dalam ibadah Welcoming Service, yang diselenggarakan di Balairung Universitas, Senin, (21/8).

Welcoming Service tahun ini mengusung tema etnis dan dibuka dengan penari yang memadukan musik dan tarian dari berbagai daerah. Penampilan mereka semakin memukau dengan balutan pakaian adat dari berbagai daerah. Voice of SWCU juga mempersembahkan lagu berjudul “Cantate Domino (Josu Elberdin)”.

Bertindak sebagai pembawa firman dalam Welcoming Service hari ini adalah Pdt. Agus Supratikno, M.Th dengan mengambil nats Filipi 4:9. Melalui narasi-narasi kotbahnya, Pdt. Agus Supratikno, M.Th mengajak mahasiswa baru UKSW juga bisa menjadi teladan di kampus ini.

Ikut ibadah Senin

Etnis dipilih panitia OMB untuk menjadi tema welcoming service tahun ini. “Kami mengangkat tema etnis, karena ingin menunjukan kepada mahasiswa baru bahwa UKSW merupakan Indonesia Mini yang mempunyai berbagai macam etnis,” kata Yusepaldo Pasharibu, ST., MM saat disinggung tentang tema welcoming service kali ini.

Sementara itu, dalam sambutannya sebelum ibadah dimulai, Rektor UKSW Prof. Dr. (H.C) Pdt. John A. Titaley, Th.D mengajak mahasiswa baru khususnya untuk mengikuti Ibadah Senin yang rutin diselenggarakan Campus Ministry setiap Senin di Balairung Universitas.

“Saya mengajak kalian semua untuk ikut bergabung dalam ibadah Senin supaya dalam sepekan anda tidak hanya mengikuti proses belajar, tetapi anda juga bisa mengikuti kegiatan kerohanian yang diselenggarakan Campus Ministry UKSW,” katanya.

John A. Titaley berharap kegiatan-kegiatan kerohanian tersebut dapat mengimbangi kegiatan akademik sehingga nantinya mahasiswa bisa menjadi seorang sarjana yang memiliki pengembangan diri secara utuh.

Indonesia mini

Hari ketiga OMB, Jumat (18/8) lalu, mahasiswa baru diajak untuk membuat pola pulau-pulai di Indonesia. Kagiatan ini dilakukan untuk menegaskan identitas UKSW sebagai kampus Indonesia mini.

Disela kegiatan pembentukan pola pulau di Indonesia, beberapa mahasiswa kami wawancara tentang kesannya mengikuti OMB. Apa saja kata mereka?

Via Rahma Nur Safitri, mahasiswa baru Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) menuturkan jika OMB yang diikutinya seru dan menyenangkan karena memiliki teman dari beragam daerah. Tidak jauh berbeda,  Rendy Fernando Kauwe mahasiswa asal Halmahera juga menuturkan hal yang sama.

“Saya tahu kampus ini Indonesia mini dari kakak kelas dulu. Dari ceritanyalah saya memutuskan kuliah disini,” ujar mahasiswa baru Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) ini. (el/lau/upk_bpha/foto:upk).

Comments are closed

Sorry, but you cannot leave a comment for this post.